Heihoo, lama banget ga posting di blog ini, ya ampun jangan ampe bulukan deh blognya.. XD
Oke sebenernya yang mau na posting disini adalah tugas kuliah Ekonomi Informasi, jadi tugasnya itu disuruh untuk buat rangkuman untuk bab 9 dari buku ini nih..
Na rasa isi bab ini bermanfaat, jadi na share di blog. Perlu dicatet, kalo rangkuman ini cuma setengah bab aja dari bukunya. :) btw buku ini oke banget buat yang mau start up di dunia IT juga buat perusahaan yang bergerak di dunia IT, sebenernya isinya ga terlalu ngulas dari segi ekonomi, tapi lebih ke strategi dalam memenangkan posisi yang kuat di pasaran IT, (haha jadi ngulas bukunya kann) oke deh langsung aja ya,,
Pesatnya perkembangan teknologi menuntut vendor untuk terus kreatif dalam menciptakan teknologi yang dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi penggunanya. Ketika sebuah teknologi baru mendapat perhatian dan mulai banyak digunakan di kalangan masyarakat dan praktisi, maka bukan tidak mungkin teknologi tersebut menjadi sebuah standar yang secara tidak langsung diterapkan masyarakat untuk teknologi yang sejenisnya. Pada kenyataannya perkembangan teknologi diikuti oleh beragam vendor sehingga perang standar adalah suatu bentuk persaingan yang tidak dapat dihindari. Kunci dari perang standar ini adalah kompatibilitas dan inovasi yang dapat menarik banyak perhatian dari masyarakat. Sering kali perang standar ini terjadi di antara perusahaan-perusahaan yang telah memiliki lingkup yang besar.
1. Klasifikasi dari Perang Standar
Fitur dapat mempengaruhi besarnya
switching cost atau lebih general biaya adopsi fitur untuk setiap teknologi milik pesaing. Berdasarkan hal tersebut adapun perang standar ini dapat diklasifikasikan berdasarkan seberapa cocok setiap pemain dapat mengganti terknologi lama dengan teknologi baru.
Rival evolution merupakan bentuk perang standar dimana baik teknologi antar vendor yang bersaing masih dapat compatible dengan teknologi yang lama. Adapula
evolution versus revolution, ketika salah satu pesaing menawarkan teknologi baru yang
compatible dengan teknologi yang lama, sedangkan pesaing yang lain menawarkan teknologi yang sama sekali baru. Perang sejenis ini dapat dianalogikan dengan evolusi (
backward compatibility) dan revolusi (
superior perfomance), perang ini melibatkan antara teknologi yang baru saja masuk dengan teknologi lama yang sudah di-upgrade Berikut ini dapat dilihat jenis perang standar dalam tabel 1.
Rival revolution dapat terjadi ketika tidak satu pun antara teknologi yang compatible dengan teknologi yang lama.
2. Aset Kunci dalam Pasar Jaringan
Terdapat tujuh buah aset untuk secara sukses menghadapi perang standar. Disebut sebagia ‘aset’ karena dapat menempatkan posisi yang poetensial dan unik untuk berkontribusi pada teknologi baru. Dengan memiliki aset ini maka nilai tambah dibandingkan dengan pemain lain akan sangat tinggi. Keuntungan lain dari aset ini juga dapat memperkuat dalam negosiasi standar. Aset ini merupakan telah digunakan beberapa perusahaan dalam perang standar, selagi yang lain juga menggunakannya untuk membantu dalam membangun standar yang dapat disesuaikan dengan kepentingan mereka.
1.
Mengendalikan basis instalasi pelanggan
Perusahaan ternama seperti Microsoft, yang mana memiliki pelanggan loyal atau locked in pelanggan (tidak mudah berpindah), telah melakukan sebuah strategi backward evolution dalam kompatibilitasnya. Mengendalikan basis instalasi dapat digunakan untuk memblok pengaturan setting yang kooperatif dan memberikan kekuatan pada perang standar.
2.
Hak atas kekayanan intelektual
Perusahaan dengan hak paten dan copyrights yang mengontrol teknologi baru atau antarmukanya jelas merupakan perusahaan yang memiliki posisi kuat. Contohnya Qualcomm yang memiliki aset utamanya yaitu telepon tanpa kabelnya, dan menjadikan hal tersebut hak paten dalam portfolionya. Biasanya hak paten lebih kuat daripada copyrights, namun untuk copyrights sebuah perangkat lunak komputer yang dapat memblok kompatibilitas biasanya lebih bernilai.
3.
Kemampuan untuk berinovasi
Di balik IPR yang dimiliki, kemampuan untuk membuat perluasan kepemilikan di masa depan dapat menempatkan perusahaan ke dalam posisi yang kuat di masa sekarang. Contohnya pada pertarungan TV berwarna, kemampuan penelitian dan pengembangan (R&D) sangatlah krusial. Jikasebuah perusahaan memiliki jagoan dalam hal penelitian maka perusahaan tersebut tidak ada salahnya untuk mengeluarkan sedikit pengorbanan untuk tim ini, hal ini untuk menjaga agar posisi perusahaan tetap jauh dari pesaing lain.
4.
First - mover advantage
Jika sebuah perusahaan telah banyak melakukan pengembangan produk dan telah banyak belajar mengenai kurva persaingan, maka perusahaan ini dapat dikatakan berada di posisi yang kuat. Contohnya Canon, yang telah membuat pasar Personal Laser Printer dan terus menerus mendominasi manufaktur dalam pembuatan mesin untuk printer laser, dalam rangka menemukan titik optimum antara biaya yang rendah dan kualitas yang tinggi daripada para pesaingnya.
5.
Kemampuan untuk manufakturisasi
Jika sebuah perusahaan merupakan low cost producer dan berniat untuk memasuki persaingan ekonomi dan manufaktur, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan memiliki posisi yang kuat. Cost advantages dapat membantu untuk bertahan dalam perang standar atau untuk menangkap pembagian manfaat untuk menjual produk yang telah terstandarisasi. Contohnya Compaq dan Dell yang telah menurunkan biaya manufakturnya, sehingga dapat memberikan manfaat kompetitif di pasaran PC.
6.
Kekuatan dalam komplementari
Jika sebuah perusahaan memproduksi produk yang memiliki komplemen signifikan untuk pasarnya, perusahaan tersebut dapat termotivasi untuk mendapatkan badwagon rolling. Kompelementari dapat menempatkan perusahaan ke dalam posisi terdepan, bagaimanapun penerimaan untuk teknologi baru dapat menstimulasi penjualan produk lain yang perusahan tersebut. Semakin besar margin kotor pembuatan produk, semakin kuat kekuatannya. Contohnya Intel yang mulanya menjual CPU lebih banyak kini telah beralih untuk mempromosikan standarnya untuk komponen PC, juga termasuk antarmuka antara motherboard, dan chipset lainnya.
7.
Reputasi dan nama brand
Brand merupakan pasar besar dapat dijadikan aset yang bernilai cukup tinggi. Reputasi dan nama brand dapat diperhitungkan di pasaran jaringan, ketika ekspektasi sangatlah penting. Karena tidaklah cukup untuk memiliki produk yang terbaik, perusahaan juga harus meyakinkan pelanggan bahwa produknyalah yang menang. Kemenangan sebelumnya dan nama yang terkenal sangat diperhitungkan dalam perang standar.
Tidak hanya vendor yang dapat mengendalikan kunci aset, supplier dan pelanggan pun juga dapat melakukan control. Pelanggan ‘besar’ akan secara otomatis dapat mengontrol dalam basis instalasi.
3. Dua Buah Taktik Dasar dalam Menghadapi Perang Standar
Strategi generic manapun yang dipilih dalam perang standar, terdapat dua buah taktik dasar yang harus diperhatikan yaitu preemption dan manajemen eskpektasi.
1. Preemption
Logika dari preemption sederhana, bangun langkah yang seawal mungkin, sehingga feedback positive dapat segera didapatkan untuk menghadapi para pesaing. Prinsip ini juga digunakan di dalam pasar yang berasaskan learning by doing: dimana perusahaan yang awal memiliki pengalaman lebih dapat menekan biaya dan melangkah lebih maju. Tujuan utama disini adalah untuk mendapatkan feedback positif. Dengan learning by doing, feedback positif didapatkan melalui biaya yang rendah. Dengan kekuatan jaringan, feedback positif berasal dari sisi permintaan.
Suatu cara untuk melakukan preempt adalah dengan menjadi yang pertama di market. Pengembangan produk dan kemampuan untuk merancang sangatlah penting untuk mendapatkan first mover advatages. Namun harus tetap berhati-hati: pengenalan produk yang terlalu awal juga memerlukan jaminan akan kualitas dan risiko yang lebih besar.
Oleh karena itu pada saat proses pengenalan produk, harus dilakukan promosi yang gencar untuk mendapatkan pelanggan yang memiliki basis instalasi. Salah satunya dengan menemukan pelanggan yang menggandrungi gadget, mereka tertarik untuk mencoba hal baru. Cara lain adalah dengan memberikan harga yang dibawa biaya pembuatan, harga ini merupakan harga untuk penetrasi ke pasar. Atau bahkan dalam kasus pembuatan perangkat lunak yang memiliki nilai margin yang nyaris nol, perusahaan dapat menggunakan taktik ‘pemberian gratis produk’ atau bahkan membayar pelanggan untuk menggunakan produknya. Tidak ada salahnya dengan menggunakan taktik ‘zero price’ sejauh perusahaan masih memiliki beberapa sumber pemasukan lain yang dapat menutupi biaya. Implikasi lain adalah pemain dalam perang standar yang memiliki keuntungan yang lebih besarlah dari produk terkait yang memenangkan peperangan. Pemain manapun yang dapat melihat cara yang paling efektif untuk menghasilkan pendapatkan yang berkalilipat dari basis instalasi yang dapat menentukan nilai tawar untuk produk sejenisnya.
2. Manajemen Ekspektasi
Ekspektasi merupakan kunci faktor untuk pelanggan dalam menentukan keputusannya apakah akan menggunakan teknologi baru atau tidak sehingga ekspektasi pelanggan ini perlu dikelola dengan baik. Vaporware merupakan taktik klasik dalam menentukan ekspektasi. Vaporware merupakan taktik dimana perusahaan melakukan penggambaran produk yang masih dikembangkannya dan belum di-release dengan tujuan meningkatkan ekspektasi pelanggan. Salah satu cara langsung untuk mengelola ekspektasi adalah dengan membuat aliansi dan membuat klaim mengenai produk yang saat ini dengan produk yang akan dikeluarkan di masa mendatang.