Wednesday, May 2, 2012

Balasan Surat Kaleng

Baru-baru ini dapet surat kaleng dari blognya Maru, jadi Maru itu berusaha untuk nyebar surat kalengnya ke 11 orang, nah sialnya kena jadi salah satu dari 11 orang tersebut. Surat kalengnya itu ada aturannya, bisa diliat di gambar ini,,

Jadi intinya bikin 11 fact tentang diri sendiri, terus jawab 11 pertanyaan dari mereka, n bikin 11 pertanyaan baru yang harus mereka jawab, lumayan seru kan?? tapi sebenernya pertanyaannya Maru ini agak menjurus ke hal-hal personal sih, tapi dicoba dijawab deh.. XD

Oke langsung aja ya,, (nih Marrr)....

Ini dia 11 fakta tentang aku...
  1. Nama aku awalnya adalah Teni, tapi karena Mama pingin ngeganti nawa awalnya, makanya diganti Wina, kalo nama panjangnya sendiri dikasih dari Abah Anom. BTW aku punya tetangga yang tanggal lahir dan namanya sama! Wina Siti Setiana!
  2. Punya 5 kakak dari 1 Ayah, dan 1 kakak laki-laki seayah seibu
  3. Di rumah dipanggil Neng, sebenernya ini karena Papa manggil anak-anak perempuannya dengan Nung, Nong dan terakhir jadinya Neng.
  4. Jaman SMA dibilang Multitalent Girl, karena katanya bisa segala macem, sebenernya ga bisa segala macem, tapi kebetulan aku orangnya seneng coba-coba dan punya percaya diri yang tinggi banget akhirnya keliatannya meyakinkan, hehehe
  5. Punya obsesi pingin punya badan langsing, sebenernya ini karena bete sering dipanggil 'Bu' ama orang asing, menurut aku ini karena badan aku yang tipe Pir.
  6. Orang Sunda asli yang ga lancar bahasa Sunda, aku dididik dari kecil pake bahasa Indonesia, akibatnya jadi ga terlalu pinter bahasa Sunda. Oya ayah ibu asli Sunda, dari Garut n Ciamis.
  7. Punya selera humor yang aneh
  8. Aslinya aku orang yang temperamen tapi pemaaf, ceroboh, ga perhatian.
  9. Aku bisa tidur dengan segala posisi, pernah tidur dalam posisi sujud, berdiri, duduk, duduk di motor, dsb
  10. Waktu SMA dijulukin si Lemot, karena suka ga nangkep gosip terbaru, ketinggalan informasi penting,  ga nyambung kalo lagi ngobrol rame-rame, ama susah ngerti kalo lagi belajar hal baru 
  11. Bukan orang yang suka nyasar, buta arah, atau penyakit arah wanita lainnya heu heu..
Jawab pertanyaan maru..
1. Seperti apakah kamu membayangkan dirimu 10 tahun kemudian?
Udah punya keluarga dengan 2 anak, dengan 3 jenis usaha sendiri yang berbeda, makanan, IT ama usaha outsourcing. :)
2. Bagaimana kriteria suami/istri idealmu?
Yang ideal? hahaha.. yang pasti sholeh, punya kerjaan yang jelas, cukup sabar ngadepin orang temperamen, ga ngekang, tapi juga suka ngatur, keluarganya nganggap aku kayak anak, ama baik ama keluarga aku.
3. Berapa kali kamu pacaran?
Yah 7 lah
4. Siapakah idolamu? Kenapa?
Nabi Muhammad, karena jadi uswatun hasanah sejagad raya, apa lagi yang kurang?
5. Skala 1-10, seberapa akut sifat stalkingmu?
8!! Ayo buka Facebooknya, buka twitter, liat album fotonya, cek temen-temennya, cek komen-komennya XD tapi sekarang udah ga terlalu.
6. Apakah makanan favoritmu?
French Fries! Sayur Lodeh, Ayam goreng kering.. :)
7. Skala 1-10, seberapa penting penampilan fisik pasanganmu?
7 lah, ga terlalu penting tapi kalo dapet yang fisiknya bagus itu bonus 
8. Siapa yang lebih dekat denganmu, ayah atau ibu?
Waktu masih ada ayah, ama ayah, sekarang ama ibu
9. Kira-kira umur berapa kamu menikah?
Hm.. kayaknya 24..
10. Berapa IP terkecilmu selama kuliah?
2,83... Itu pas semester 5 S1
11. Sebutkan tab browser apa saja yang sedang kamu buka saat membuat postingan berantaimu!
omigod mar, your really are 9gaggers! Chrome of course!

Nah itu dia balesan surat kalengnya. Aku males ngetag yang lain lagi. 


Sunday, April 22, 2012

Maliiiiiiiiing!

"Maliiiiing!!!!!"

Itu adalah kata yang ingin saya ucapkan tadi!
Ya betul! saya baru saja kecopetan sekitar pukul 3 sore ini, 22 April, lokasi di Leuwi Panjang di perjalanan saya dari Garut ke Bandung.

Tidak ada rasa curiga sedikitpun pada 3 pemuda yang masuk Elf di lokasi Mohammad Toha itu, mereka bertiga adalah orang Batak, logatnya kental!

"Punten! Punten!" itu adalah kata yang mereka ucapkan ketika menyesaki angkot yang semakin sesak saja dengan kehadiran tubuh mereka yang kebasahan. Mereka tidak kedapatan tempat duduk, pinggulnya menggeser kesana-kemari, kakinya kesana-kemari mencari penjejakan, dan senyum cengengesan terkembang di wajah salah satunya.

Tempat duduk mereka berpindah-pindah, dari tengah, lalu ke baris kedua terbelakang, kemudian ke baris yang terbelakang, sebelum ujung, dimana disitulah tempat saya duduk! Ya saya duduk di ujung, baris terbelakang. Pemuda tersebut duduk di sampingku. Entah bagaimana hape saya sudah berada di bawah paha kanannya, saya pun langsung mengambil hape saya, kemudian mas tersebut tersenyum pada saya.

Ah kesalnya ketika ingat saat mereka beroperasi! Menyebalkan, pemuda yang menyebalkan!

Awalnya salah satu dari mereka duduk di antara kami bertiga, saya, ibu sampingku, dan suaminya. Hingga si ibu hendak turun, kemudian, ibu itupun berusaha keluar dari elf yang sesak, terlihat betapa besarnya usaha si ibu yang hendak keluar itu. Ibu tersebut sempat mengoceh

"Waduh, mas jangan dorong-dorong dong! Saya mau keluar!"

Saya tidak melihat bahwa ibu tersebut di dorong-dorong, namun mungkin saja ia didorong oleh pemuda di sebelah saya itu. Akhirnya si ibu itu pun berhasil keluar.

"Leuwi Panjang! Terakhir! Leuwi Panjang!" Kenek memberikan tanda bahwa elf telah tiba di Leuwi Panjang. Saya pun bergegas untuk turun. Saya pun memasukan hape ke dalam tas coklat saya, dan kemudian menutup zipper tas coklat itu rapat-rapat. Kemudian saya pakai tas gendong yang diletakan di kaki saya, kemudian meraih tas coklat dan tas merah saya yang berisi laptop. Lalu saya pun meminta izin pada pemuda yang baru masuk itu,

"Punten mas saya mau turun", tapi anehnya kenapa si pemuda itu juga ikut-ikutan mau turun juga, dan tas coklat saya ketarik oleh pemuda tersebut. Akhirnya sekitar 1 menit kemudian saya baru bisa bebas untuk turun. Sebelumnya, ternyata orang di depan saya mengeluh,

"Hape saya mana? Hape saya ilang, bentar mas kenek! Hape saya ilang!" matanya mencari ke segala sudut elf tersebut, ia panik, saya pun ikut panik, pertama kali yang saya lihat adalah 3 pemuda mencurigakan tersebut. Saat itu saya sedang berada di pintu elf dengan badan menghadap ke dalam. Saya kontan turun lalu langsung memeriksa tas coklat saya , yang ternyata beratnya telah berkurang drastis, (karena dompet saya dan hape saya lumayan berat).

Benar!!!! Hape saya ilang,

Saya pun langsung bilang pada kenek yang ada di luar itu. "A, abi curiga ka pemuda anu tiluan tadi, ne nembe masuk tadi pisan" (mas saya curiga ama penuda yang bertiga yang baru masuk tadi banget) Ia hanya diam saja, lebih ke diam tidak peduli.

Tiba-tiba saja ketiga pemuda tersebut langsung ikut turun juga, dan pada pemuda yang terakhir saya sempat tepuk pundaknya.

"Mas tadi mas kan liat hape saya, mas lihat hape saya gak?"

"Enggak! saya ga lihat hapenya, di dalam mungkin"

Saya pun langsung ke dalam elf lagi, karena saya tidak mau menuduh pemuda tersebut,  saya ikut hingga elf tersebut berjalan sekitar 3 meter. Dan pemuda tersebut sudah pergi entah kemana.

Kemudian korban yang lain di elf tersebut bilang "Pemuda yang tadi itu ya mbak yang curi?"
Saya hanya mengangguk lemas. Yang saya sesali adalah kenapa tadi saya ga teriak


"MALIIIIIIIIING!"

Padahal sehari sebelumnya saya baru saja membuat SIM C. Halah kesal sekali!

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. :')

Thursday, April 19, 2012

Pada tempatnya...

Tulisan ini terinspirasi dari dosen pembimbing saya.
Untuk tulisan yang kali ini, saya akan mengubah kata ganti 'na' menjadi 'saya' :)

Dosen saya adalah seorang dosen yang mungkin sudah berumur 50-60 tahunan, perawakannya tidak terlalu tinggi, dan kadang ia menaruh kacamata di tengah batang hidungnya supaya ia bisa lihat langsung siapa yang dihadapannya. Mungkin ia tidak muda lagi, namun semangatnya tetap terpancar di matanya ketika ia sedang mengisi kuliah.

"Pak Husni.."

Itulah panggilannya..

Beliau adalah seorang dosen di Program Studi yang saya tempuh saat ini, ia merupakan dosen yang memiliki dedikasi tinggi pada pendidikan karakter mahasiswanya. Dan alhamdulillah beliau adalah dosen pembimbing saya selama kurang lebih 2 tahun ini. Selama 2 tahun tersebut saya ditempa dan sering kali 'diingatkan' untuk setiap tingkah-tingkah saya yang terkadang kekanak-kanakan dan tidak memikirkan orang lain. Butuh waktu 1 tahun menurut saya, untuk dapat memahami maksud yang terkandung di dalam pesan yang disampaikan beliau. Sering kali nasihatnya berbentuk teguran langsung atau sindiran, teguran langsung ia sampaikan ketika tingkat kesalahan kita tidak dapat ditolerir, sindiran ia sampaikan ketika mengingatkan kita di depan umum atau ketika kita dianggap dewasa dan dapat memahami maksud implisit tersebut.

Menurut saya, jarang dosen yang seperti beliau, yang begitu mengagungkan norma dan etika. Terutama etika berbicara. Sekitar 2 tahun lalu, ketika saya pertama kali mengikuti kuliah beliau di kelas Manajemen Sumber Daya Informasi, di tengah perkuliahan terkadang saya mengajukan pertanyaan, kurang lebih pertanyaan saya seperti ini

"Pak supaya perusahaan bisa mendapatkan apa yang dipingin, apakah dengan 1 dimensi doang itu bisa pak?" 

Jawaban pertama dari bapak adalah

"Apa itu 'dipingin', 'doang'? tidak ada kata 'dipingin' dalam bahasa Indonesia. Dan bukan 'bisa' tapi 'dapat' !" Pak Husni langsung mengoreksi pertanyaan saya saat itu juga. Begitu malunya saya setelah diingatkan seperti  itu. Dan peringatan bapak untuk etika berbicara tidak hanya bapak sampaikan di kelas, namun beliau sampaikan juga pada saat bimbingan, asistensi, bahkan ketika sedang bertegur sapa di jalan. Lama-lama saya jadi terbiasa untuk menggunakan kalimat formal baik dalam sesi presentasi, bimbingan ataupun asistensi dengan beliau.

Saya pun menjadi sensitif ketika mendengar seseorang yang berada dalam lingkungan formal akademis (contohnya perkuliahan dan presentasi ilmiah) yang menggunakan bahasa non -formal seperti menggunakan kata 'doang', 'bisa', 'cuma, dan 'ngebenerin'. Ternyata alerginya beliau sudah ditulari ke saya, walaupun saya belum ada keberanian untuk menegur orangnya namun cukup membuat saya 'gatal' mendengarnya.
Dan kealergian tersebut kini sudah bapak tularkan juga pada anak STI 2009, terbukti ketika presentasi berjalan, pada sesi pertanyaan, terdapat seseorang yang bertanya pada kelompok lawannya dengan menggunakan bahasa pergaulan sehari-hari. Kontan teman di sebelahnya itu langsung menyikutnya dan mengingatkan ia untuk menggunakan bahasa formal. Sebenarnya lucu melihat kejadian seperti itu, namun di balik itu saya menyadari bahwa secara tidak langsung teguran Pak Husni selama ini ternyata cukup berhasil dan membuat anak-anak STI 09 menjadi lebih sensitif dalam penggunaan bahasa.

Dan yang lebih saya sukai dari semua adalah alasan beliau yang disampaikan pada sore ini..

"Semuanya ada tempatnya... 
tempat kita berbicara formal ya mungkin hanya ketika di lingkungan akademis seperti ini, hal tersebut harus dibiasakan, supaya etika berbicara dan adab kesopanan bisa terjaga"

Mendengar penjelasan beliau seperti itu, saya hanya tersenyum, dan langsung terinspirasi untuk membuat blog ini. Sebenarnya terlalu banyak kebaikan dan pesan beliau yang ingin saya sampaikan, namun untuk kali ini saya sudahkan dulu. :)

Teman-teman STI, forum TA dan forum Tesis mungkin tersenyum melihat tulisan ini, mengingat peringatan bapak tentang etika berbicara yang sangat sering beliau sampaikan. :D

Sunday, April 15, 2012

"Standard War" dalam dunia IT

Heihoo, lama banget ga posting di blog ini, ya ampun jangan ampe bulukan deh blognya.. XD
Oke sebenernya yang mau na posting disini adalah tugas kuliah Ekonomi Informasi, jadi tugasnya itu disuruh untuk buat rangkuman untuk bab 9 dari buku ini nih..





Na rasa isi bab ini bermanfaat, jadi na share di blog. Perlu dicatet, kalo rangkuman ini cuma setengah bab aja dari bukunya. :) btw buku ini oke banget buat yang mau start up di dunia IT juga buat perusahaan yang bergerak di dunia IT, sebenernya isinya ga terlalu ngulas dari segi ekonomi, tapi lebih ke strategi dalam memenangkan posisi yang kuat di pasaran IT, (haha jadi ngulas bukunya kann) oke deh langsung aja ya,, 



Pesatnya perkembangan teknologi menuntut vendor untuk terus kreatif dalam menciptakan teknologi yang dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi penggunanya. Ketika sebuah teknologi baru mendapat perhatian dan mulai banyak digunakan di kalangan masyarakat dan praktisi, maka bukan tidak mungkin teknologi tersebut menjadi sebuah standar yang secara tidak langsung diterapkan masyarakat untuk teknologi yang sejenisnya. Pada kenyataannya perkembangan teknologi diikuti oleh beragam vendor sehingga perang standar adalah suatu bentuk persaingan yang tidak dapat dihindari. Kunci dari perang standar ini adalah kompatibilitas dan inovasi yang dapat menarik banyak perhatian dari masyarakat. Sering kali perang standar ini terjadi di antara perusahaan-perusahaan yang telah memiliki lingkup yang besar.


1. Klasifikasi dari Perang Standar
Fitur dapat mempengaruhi besarnya switching cost atau lebih general biaya adopsi fitur untuk setiap teknologi milik pesaing. Berdasarkan hal tersebut adapun perang standar ini dapat diklasifikasikan berdasarkan seberapa cocok setiap pemain dapat mengganti terknologi lama dengan teknologi baru. Rival evolution merupakan bentuk perang standar dimana baik teknologi antar vendor yang bersaing masih dapat compatible dengan teknologi yang lama. Adapula evolution versus revolution, ketika salah satu pesaing menawarkan teknologi baru yang compatible dengan teknologi yang lama, sedangkan pesaing yang lain menawarkan teknologi yang sama sekali baru. Perang sejenis ini dapat dianalogikan dengan evolusi (backward compatibility) dan revolusi (superior perfomance), perang ini melibatkan antara teknologi yang baru saja masuk dengan teknologi lama yang sudah di-upgrade Berikut ini dapat dilihat jenis perang standar dalam tabel 1.



Rival revolution dapat terjadi ketika tidak satu pun antara teknologi yang compatible dengan teknologi yang lama.

2. Aset Kunci dalam Pasar Jaringan
 Terdapat tujuh buah aset untuk secara sukses menghadapi perang standar. Disebut sebagia ‘aset’ karena dapat menempatkan posisi yang poetensial dan unik untuk berkontribusi pada teknologi baru. Dengan memiliki aset ini maka nilai tambah dibandingkan dengan pemain lain akan sangat tinggi. Keuntungan lain dari aset ini juga dapat memperkuat dalam negosiasi standar. Aset ini merupakan telah digunakan beberapa perusahaan dalam perang standar, selagi yang lain juga menggunakannya untuk membantu dalam membangun standar yang dapat disesuaikan dengan kepentingan mereka.

1. Mengendalikan basis instalasi pelanggan 
Perusahaan ternama seperti Microsoft, yang mana memiliki pelanggan loyal atau locked in pelanggan (tidak mudah berpindah), telah melakukan sebuah strategi backward evolution dalam kompatibilitasnya. Mengendalikan basis instalasi dapat digunakan untuk memblok pengaturan setting yang kooperatif dan memberikan kekuatan pada perang standar.
2. Hak atas kekayanan intelektual
Perusahaan dengan hak paten dan copyrights yang mengontrol teknologi baru atau antarmukanya jelas merupakan perusahaan yang memiliki posisi kuat. Contohnya Qualcomm yang memiliki aset utamanya yaitu telepon tanpa kabelnya, dan menjadikan hal tersebut hak paten dalam portfolionya. Biasanya hak paten lebih kuat daripada copyrights, namun untuk copyrights sebuah perangkat lunak komputer yang dapat memblok kompatibilitas biasanya lebih bernilai.
3. Kemampuan untuk berinovasi
Di balik IPR yang dimiliki, kemampuan untuk membuat perluasan kepemilikan di masa depan dapat menempatkan perusahaan ke dalam posisi yang kuat di masa sekarang. Contohnya pada pertarungan TV berwarna, kemampuan penelitian dan pengembangan (R&D) sangatlah krusial. Jikasebuah perusahaan memiliki jagoan dalam hal penelitian maka perusahaan tersebut tidak ada salahnya untuk mengeluarkan sedikit pengorbanan untuk tim ini, hal ini untuk menjaga agar posisi perusahaan tetap jauh dari pesaing lain.
4. First - mover advantage
Jika sebuah perusahaan telah banyak melakukan pengembangan produk dan telah banyak belajar mengenai kurva persaingan, maka perusahaan ini dapat dikatakan berada di posisi yang kuat. Contohnya Canon, yang telah membuat pasar Personal Laser Printer  dan terus menerus mendominasi manufaktur dalam pembuatan mesin untuk printer laser, dalam rangka menemukan titik optimum antara biaya yang rendah dan kualitas yang tinggi daripada para pesaingnya.
5. Kemampuan untuk manufakturisasi
Jika sebuah perusahaan merupakan low cost producer dan berniat untuk memasuki persaingan ekonomi dan manufaktur, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan memiliki posisi yang kuat. Cost advantages dapat membantu untuk bertahan dalam perang standar atau untuk menangkap pembagian manfaat untuk menjual produk yang telah terstandarisasi. Contohnya Compaq dan Dell yang telah menurunkan biaya manufakturnya, sehingga dapat memberikan manfaat kompetitif di pasaran PC.
6. Kekuatan dalam komplementari
Jika sebuah perusahaan memproduksi produk yang memiliki komplemen signifikan untuk pasarnya, perusahaan tersebut dapat termotivasi untuk mendapatkan badwagon rolling. Kompelementari dapat menempatkan perusahaan ke dalam posisi terdepan, bagaimanapun penerimaan untuk teknologi baru dapat menstimulasi penjualan produk lain yang perusahan tersebut. Semakin besar margin kotor pembuatan produk, semakin kuat kekuatannya. Contohnya Intel yang mulanya menjual CPU lebih banyak kini telah beralih untuk mempromosikan standarnya untuk komponen PC, juga termasuk antarmuka antara motherboard, dan chipset lainnya.
7. Reputasi dan nama brand
Brand merupakan pasar besar dapat dijadikan aset yang bernilai cukup tinggi. Reputasi dan nama brand dapat diperhitungkan di pasaran jaringan, ketika ekspektasi sangatlah penting. Karena tidaklah cukup untuk memiliki produk yang terbaik, perusahaan juga harus meyakinkan pelanggan bahwa produknyalah yang menang. Kemenangan sebelumnya dan nama yang terkenal sangat diperhitungkan dalam perang standar.
Tidak hanya vendor yang dapat mengendalikan kunci aset, supplier dan pelanggan pun juga dapat melakukan control. Pelanggan ‘besar’ akan secara otomatis dapat mengontrol dalam basis instalasi.

3. Dua Buah Taktik Dasar dalam Menghadapi Perang Standar
Strategi generic manapun yang dipilih dalam perang standar, terdapat dua buah taktik dasar yang harus  diperhatikan yaitu preemption dan manajemen eskpektasi.

1. Preemption
 Logika dari preemption sederhana, bangun langkah yang seawal mungkin, sehingga feedback positive dapat segera didapatkan untuk menghadapi para pesaing. Prinsip ini juga digunakan di dalam pasar yang berasaskan learning by doing: dimana perusahaan yang awal memiliki pengalaman lebih dapat menekan biaya dan melangkah lebih maju. Tujuan utama disini adalah untuk mendapatkan feedback positif. Dengan learning by doing, feedback positif didapatkan melalui biaya yang rendah. Dengan kekuatan jaringan, feedback positif berasal dari sisi permintaan.
Suatu cara untuk melakukan preempt adalah dengan menjadi yang pertama di market. Pengembangan produk dan kemampuan untuk merancang sangatlah penting untuk mendapatkan first mover advatages. Namun harus tetap berhati-hati: pengenalan produk yang terlalu awal juga memerlukan jaminan akan kualitas dan risiko yang lebih besar.
Oleh karena itu pada saat proses pengenalan produk, harus dilakukan promosi yang gencar untuk mendapatkan pelanggan yang memiliki basis instalasi. Salah satunya dengan menemukan pelanggan yang menggandrungi gadget, mereka tertarik untuk mencoba hal baru. Cara lain adalah dengan memberikan harga yang dibawa biaya pembuatan, harga ini merupakan harga untuk penetrasi ke pasar. Atau bahkan dalam kasus pembuatan perangkat lunak yang memiliki nilai margin yang nyaris nol, perusahaan dapat menggunakan taktik ‘pemberian gratis produk’ atau bahkan membayar pelanggan untuk menggunakan produknya. Tidak ada salahnya dengan menggunakan taktik ‘zero price’ sejauh perusahaan masih memiliki beberapa sumber pemasukan lain yang dapat menutupi biaya. Implikasi lain adalah pemain dalam perang standar yang memiliki keuntungan yang lebih besarlah dari produk terkait yang memenangkan peperangan. Pemain manapun yang dapat melihat cara yang paling efektif untuk menghasilkan pendapatkan yang berkalilipat dari basis instalasi yang dapat menentukan nilai tawar untuk produk sejenisnya.

2. Manajemen Ekspektasi
Ekspektasi merupakan kunci faktor untuk pelanggan dalam menentukan keputusannya apakah akan menggunakan teknologi baru atau tidak sehingga ekspektasi pelanggan ini perlu dikelola dengan baik. Vaporware merupakan taktik klasik dalam  menentukan ekspektasi. Vaporware merupakan taktik dimana perusahaan melakukan penggambaran produk yang masih dikembangkannya dan belum di-release dengan tujuan meningkatkan ekspektasi pelanggan. Salah satu cara langsung untuk mengelola ekspektasi adalah dengan membuat aliansi dan membuat klaim mengenai produk yang saat ini dengan produk yang akan dikeluarkan di masa mendatang.

Sunday, April 1, 2012

Potongan Lirik Rihanna- Now I Know

When you write a story much to fast
Sometimes a happy ending doesn’t last

...

There come a time, that love will change like stormy weather
A sunny day will suddenly turn cold
Time will teach you all you need to learn
But there’ll always be a first time you get burned

...



Now I know that love ain’t meant to be a play thing
Now I know it’s not an ordinary everyday thing
Now I know that when it's right it's so amazing
When it’s wrong you gotta let it go
Now I know
Now I know



Thursday, March 29, 2012

Say You Remember it (Betty Boop)


Lagu ini adalah lagu duet yang menceritakan
sepasang kekasih ketika sudah lanjut usia.
Dimana ketika sang pria sudah tak ingat lagi kekasihnya.

(Pertama kali denger lagu ini, saya menangis,
menurut saya liriknya terlalu sedih)

Lagu ini punya 2 alur,
Alur pertama adalah masa sekarang, ketika mereka sudah lanjut usia
Alur kedua pas masa lampau, ketika mereka baru menjalin kasih di masa muda

Di awali dengan alur pertama ...
Ketika kekasihnya mencoba untuk mengingatkan pria tersebut akan dirinya

Wanita :
"Everything stop and smile the day we met
Please say you remember it too"

Pria tersebut membalas dengan lirik
"Yours is the face that none should forget"
Seems to me I felt this way before
There was a girl that i once knew
Wish that I could remember"

Kekasihnya hanya membalas dengan
"Please say you remember her too"


"Time can pass before you know it
And before you know it
memories can fade"


Terlalu sedih untuk saya, ketika kita tidak lagi di benak seseorang yang kita cintai..

Dan lirik untuk alur kedua, ketika mereka baru menjalin kasih, 
Liriknya penuh kepercayaan, kebahagiaan, liriknya menggambarkan
betapa bahagianya mereka, dengan lirik yang dinyanyikan pria 

"Here that I have the world most perfect life
Please say you believin it too"


"Im gonna be the world most perfect wife
and yes I believin it too


We would make the world a better place
Please say you believin it too


I'll have all my life to be with
Here's for with disagree with 
love and comfort you


People, everywhere who see us
Wish that day could be us
Yes that I would too"

 Betapa kontrasnya antara lirik di alur pertama
dan alur kedua, 

Sementara ketika di masa tua, 
waktu menghapus memori yang ada

:'(


(dr notes FB)

Seandainya aku tau


Seandainya aku tau masa depan,,
Aku akan menyingkirkan setiap pilihan yang sia-sia,,
Berjalan tegak menatap ke depan,

Namun kenyataanya kita harus jatuh bangun untuk membangun nasib kita sendiri,,
Belajar dari setiap langkah dan tegar pada setiap permasalahan,

Seandainya aku tau masa depanku,
Dari hari ini aku hanya akan memantapkan hati untuk hal yang akan terjadi di masa depan itu,,

Namun kenyataannya kita harus dihadapkan dengan kemelut dalam diri sendiri dihadapkan dengan tepat atau tidaknya setiap keputusan,,
Harus menghadapi risiko dan konsekuensi,,

Pada akhirnya kenyataan yang paling aku tau adalah hari ini.


 (dr notes FB)